Website Iklan Tayang Selamanya
Selamat datang di situs web periklanan jaringan unikbaca.com "Semoga Hari Anda Selalu Menyenangkan!"
Setidaknya satu iklan Anda posting juga di situs web iklan ini!
Agar pengunjung atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda
📝 POSTING Hari ini DISKON 50%

Tampilkan postingan dengan label GNPPI. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Sekolah Jadi Bos Seniorpreneur Perkuat Ekosistem Kewirausahaan bagi Generasi Pensiunan Indonesia

Jaringan Iklan - GNPPI dan SMESCO Indonesia Perkuat Ekosistem Pensiun Produktif, Luncurkan Sekolah Jadi Bos Seniorpreneur. Diikuti 120 peserta dari unsur pemerintah, korporasi, organisasi, dan komunitas, kegiatan ini menjadi langkah nyata mendorong pra-pensiunan dan pensiunan menjadi pelaku ekonomi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Sekolah Jadi Bos Seniorpreneur Perkuat Ekosistem Kewirausahaan bagi Generasi Pensiunan Indonesia

JAKARTA SELATAN, 22 Oktober 2026 — Gerakan Nasional Pensiun Produktif Indonesia (GNPPI) terus mendorong perubahan paradigma dalam mempersiapkan masa pensiun di Indonesia. Digagas oleh Dani Budiman selaku Ketua Umum GNPPI, gerakan ini lahir dari kepedulian terhadap beragam tantangan yang dihadapi para pra-pensiunan dan pensiunan ketika bertransisi dari dunia kerja menuju kehidupan setelah masa kerja formal berakhir.

Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perubahan rutinitas dan kesiapan mental, tetapi juga keberlanjutan penghasilan, kesehatan, kehidupan sosial, serta kemampuan mempertahankan kemandirian ekonomi. Apabila tidak dipersiapkan dengan baik, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan individu dan keluarga serta menambah kebutuhan dukungan sosial.

Berangkat dari persoalan tersebut, GNPPI hadir untuk membantu mempersiapkan, mengedukasi, membina, dan mengembangkan potensi para pra-pensiunan dan pensiunan agar tetap produktif, mandiri, sehat, dan berdaya. GNPPI juga mendorong agar pengalaman, kompetensi, jejaring, serta potensi yang dimiliki kelompok senior dapat menjadi aset bangsa dan motor penggerak pertumbuhan silver economy atau ekonomi yang tumbuh dari kebutuhan, potensi, dan partisipasi masyarakat usia lanjut.

GNPPI

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Nasional Kewirausahaan Persiapan Pensiun GN PPI 2026, yang diselenggarakan pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diikuti 120 peserta yang berasal dari ASN Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kementerian UMKM RI, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, Kementerian PPN/Bappenas RI, serta unsur korporasi, organisasi, dan komunitas setempat.

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi untuk memperkuat kesiapan menghadapi masa pensiun, sekaligus membuka wawasan mengenai peluang kewirausahaan dan pengembangan potensi ekonomi para senior.

Mengantisipasi Ageing Population, Mempersiapkan Peluang Silver Economy
Urgensi persiapan pensiun semakin besar seiring dengan perubahan struktur demografi Indonesia. Berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia 2020–2050 yang disusun BPS bersama Kementerian PPN/Bappenas, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas pada 2045 diperkirakan mencapai sekitar 65,82 juta jiwa atau 20,31% dari total penduduk Indonesia.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia perlu mempersiapkan diri menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia melalui pendekatan yang menyeluruh, mulai dari kesehatan, perlindungan sosial, kesiapan finansial, hingga pemberdayaan ekonomi dan partisipasi sosial.

Dalam konteks ini, fenomena ageing population atau penuaan penduduk tidak semestinya hanya dipandang sebagai tantangan. Apabila didukung kebijakan, ekosistem, dan program pemberdayaan yang tepat, meningkatnya jumlah penduduk senior juga dapat membuka peluang pengembangan silver economy.

Para senior memiliki pengalaman kerja, pengetahuan, keterampilan, relasi profesional, serta pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi nilai ekonomi. Potensi tersebut dapat diwujudkan melalui kewirausahaan, pendampingan UMKM, konsultasi profesional, kegiatan produktif berbasis komunitas, maupun berbagai bentuk kontribusi sesuai kapasitas masing-masing.

GNPPI

Oleh karena itu, persiapan pensiun perlu dimulai sebelum seseorang meninggalkan pekerjaan formal. Dengan perencanaan yang lebih dini, transisi menuju masa pensiun dapat dijalani secara lebih terarah, sementara pengalaman dan potensi yang telah dibangun selama puluhan tahun tetap dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan perekonomian nasional.

Pelatihan Mindset dan Kewirausahaan sebagai Fondasi Pensiun Produktif
Dalam rangkaian pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan melalui dua materi utama. Materi pertama, “Pensiun Bahagia Berkelimpahan”, disampaikan oleh Dr. Sucipto, DBA., MBA., seorang praktisi dan pelatih pengembangan pola pikir.

Materi ini menekankan pentingnya membangun kesiapan mental, mengenali potensi diri, dan mengembangkan perspektif positif dalam menghadapi perubahan fase kehidupan. Persiapan pensiun bukan semata-mata tentang berhenti bekerja, melainkan juga tentang menemukan tujuan baru dan membangun kualitas hidup yang tetap bermakna.

Materi kedua, “Membangun Wirausaha Berkelanjutan”, disampaikan oleh Astika Kasiro, Vice President of Business Development SMESCO Indonesia.

Pembahasan kewirausahaan memberikan perspektif mengenai pentingnya membangun usaha dengan perencanaan yang matang dan berorientasi pada keberlanjutan. Bagi pra-pensiunan dan pensiunan, pengalaman profesional dapat menjadi modal awal, tetapi tetap perlu dilengkapi dengan pemahaman pasar, pemilihan model bisnis yang sesuai, pengelolaan keuangan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan konsumen.

Kedua materi tersebut saling melengkapi. Kesiapan mental menjadi fondasi untuk menghadapi perubahan, sementara kompetensi kewirausahaan membantu peserta mengeksplorasi peluang yang realistis sesuai minat, kemampuan, kondisi kesehatan, dan sumber daya yang dimiliki.

Luncurkan Sekolah Jadi Bos Seniorpreneur Bersama SMESCO Indonesia
Salah satu momentum penting dalam kegiatan ini adalah peluncuran Program Sekolah Jadi Bos Seniorpreneur, sebuah inisiatif kolaboratif antara GNPPI dan SMESCO Indonesia untuk mendukung pengembangan potensi kewirausahaan kelompok senior.

GNPPI

Peluncuran program berlangsung dalam rangkaian sambutan dan pembukaan kegiatan oleh perwakilan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, M. Riza Damanik, S.T., M.Si., Ph.D., IPU, yang diwakili oleh Rahmadi selaku Sesdep Kewirausahaan Kementerian UMKM RI.

Kehadiran program ini memperkuat gagasan bahwa para senior tidak harus berhenti berkarya ketika memasuki masa pensiun. Dengan akses terhadap edukasi, jejaring, dan pendampingan yang relevan, mereka berpeluang mengembangkan usaha maupun mengambil peran sebagai mentor, konsultan, mitra UMKM, dan penggerak kegiatan ekonomi di lingkungan masing-masing.

Sekolah Jadi Bos Seniorpreneur diharapkan menjadi salah satu sarana untuk membantu peserta mengenali potensi diri, mempelajari peluang usaha, serta membangun kesiapan dalam mengambil keputusan bisnis secara lebih terukur.

Pendekatan tersebut juga membuka ruang bagi kolaborasi lintas generasi. Pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki kelompok senior dapat dipadukan dengan inovasi, teknologi, serta semangat kewirausahaan generasi yang lebih muda.

Dengan demikian, pemberdayaan senior bukan hanya berorientasi pada peningkatan kemandirian individu, tetapi juga berpotensi memperkuat ekosistem UMKM dan memperluas kontribusi ekonomi masyarakat.

Tiga MoU Perluas Jejaring Kolaborasi Strategis
Komitmen memperluas ekosistem pensiun produktif dan kewirausahaan turut diwujudkan melalui penandatanganan tiga nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara GNPPI dan mitra strategis. Kerja sama tersebut melibatkan:
1. Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), dengan keterlibatan Levita Supit selaku Ketua Umum.
2. Semesta Business Solution (SBS), dengan keterlibatan Dr. Sucipto, DBA., MBA., selaku CEO.
3. Kaizen Collaborative Impact, dengan keterlibatan Ismita Saputri selaku Executive Director.

Penandatanganan ketiga MoU ini menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring dan membuka peluang pengembangan program bersama sesuai ruang lingkup kerja sama yang disepakati masing-masing pihak.

GNPPI

Kolaborasi dengan ekosistem waralaba dan lisensi dapat membuka wawasan mengenai alternatif model bisnis, sementara kemitraan di bidang solusi bisnis dan dampak kolaboratif dapat menjadi pintu untuk mengeksplorasi pendekatan pengembangan usaha serta pemberdayaan masyarakat yang lebih luas.

Bagi calon wirausaha senior, kolaborasi semacam ini penting karena perjalanan membangun usaha membutuhkan lebih dari sekadar motivasi. Diperlukan pula informasi yang memadai, akses terhadap jejaring, pemahaman model bisnis, pendampingan, dan kemampuan mengelola risiko.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Aidil Wicaksono, Founder Kaizen Collaborative Impact, turut memberikan pemaparan mengenai Digital Scam. Materi ini mengangkat pentingnya kewaspadaan terhadap penipuan digital, terutama ketika masyarakat mengakses informasi bisnis, melakukan transaksi, maupun mempertimbangkan peluang investasi.

Peningkatan literasi digital menjadi bagian penting dari persiapan pensiun modern, agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif tanpa mengabaikan keamanan informasi dan perlindungan keuangan pribadi.

Dukungan Sponsor Perkuat Pendekatan Persiapan Pensiun yang Menyeluruh
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, yaitu Entrasol, Pegadaian, Prodia, Nutrimax, dan Harmonia Student House.

Kehadiran para mitra tersebut memperluas wawasan peserta mengenai sejumlah aspek yang relevan dengan kehidupan setelah pensiun, termasuk kesehatan, kebugaran, dan pengenalan peluang ekonomi.

Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan mengunjungi booth sponsor untuk mendapatkan informasi dan layanan yang disediakan, antara lain pemeriksaan kesehatan sesuai layanan yang tersedia serta informasi mengenai investasi emas dan properti.

Keterlibatan mitra dari berbagai sektor mencerminkan pentingnya pendekatan lintas bidang dalam mempersiapkan masa pensiun. Kesehatan mendukung kualitas hidup, kesiapan mental membantu proses adaptasi, sementara perencanaan keuangan dan pengembangan usaha berperan dalam menjaga kemandirian.

Setiap pilihan layanan maupun investasi tetap perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan, legalitas, profil risiko, dan kemampuan finansial masing-masing individu.

Dari Program Pelatihan Menuju Gerakan Nasional
Bagi GNPPI, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membangun gerakan yang lebih luas untuk mempersiapkan masa pensiun secara produktif dan bermartabat.

Pemberdayaan kelompok senior tidak harus selalu diwujudkan melalui pendirian usaha. Sebagian dapat mengembangkan bisnis, sebagian lainnya menjadi mentor atau konsultan, sementara yang lain dapat berkontribusi melalui kegiatan sosial, komunitas, dan berbagi pengetahuan.

Yang terpenting adalah tersedianya kesempatan bagi setiap individu untuk tetap menjalani kehidupan yang sehat, mandiri, produktif, dan bermakna sesuai dengan kondisi serta potensi masing-masing.

Melalui penguatan edukasi, pembinaan, kewirausahaan, dan kolaborasi lintas sektor, GNPPI mendorong agar persiapan pensiun menjadi bagian dari agenda bersama yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, institusi, organisasi, komunitas, dan masyarakat.

Dani Budiman: Isu Penuaan Penduduk Membutuhkan Kolaborasi Nasional
Menutup kegiatan, Ketua Umum GNPPI, Dani Budiman, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program nasional yang direncanakan berlangsung di berbagai kota di Indonesia. Ia berharap semakin banyak pihak memberikan perhatian dan terlibat aktif dalam menjawab tantangan penuaan penduduk.

“Acara ini adalah program nasional yang akan diadakan di kota-kota di Indonesia. Harapannya, ke depan semakin banyak pihak terkait yang peduli dan bersama GNPPI menjawab tantangan isu ageing population ini. Pada 2045, jumlah penduduk lanjut usia Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 65,82 juta jiwa atau setara dengan 20,31% dari total penduduk Indonesia.

Mudah-mudahan, melalui kolaborasi dan dukungan pemerintah, khususnya kementerian terkait, para pemangku kepentingan, mitra strategis korporasi, instansi, institusi, organisasi, komunitas, dan seluruh pihak terkait, program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya para pra-pensiunan dan pensiunan,” ujar Dani Budiman.

Ia berharap kolaborasi yang terbangun dapat mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif nyata, sehingga persiapan pensiun tidak hanya menjadi tanggung jawab individu dan keluarga, tetapi juga memperoleh dukungan dari ekosistem yang lebih luas.

Melalui langkah tersebut, GNPPI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memandang kelompok senior sebagai bagian penting dari potensi pembangunan Indonesia. Dengan persiapan dan pemberdayaan yang tepat, masa pensiun dapat menjadi fase kehidupan yang tetap sehat, produktif, mandiri, penuh berkah, dan berdaya, sekaligus membuka peluang kontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Tentang GNPPI
Gerakan Nasional Pensiun Produktif Indonesia (GNPPI) merupakan gerakan yang digagas oleh Dani Budiman untuk mewadahi persiapan, edukasi, pembinaan, dan pengembangan potensi pra-pensiunan serta pensiunan di berbagai instansi, institusi, korporasi, organisasi, dan komunitas.

GNPPI mendorong kolaborasi lintas sektor agar kelompok senior dapat menjalani masa pensiun yang sehat, produktif, mandiri, sejahtera, dan bermakna, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan silver economy menuju Indonesia Emas 2045.

Kontak Media
Sekretariat Gerakan Nasional Pensiun Produktif Indonesia (GNPPI)
Telepon/WhatsApp: 087894948408
Email: dani.budiman@gnppi.org

Info GNPPI! Hubungi Whatsapp Whatapps 0878-9494-8408